Coba kita mengamalkan apa yang pernah
didawuhkan
oleh salah satu ulama’ kita, yaitu : Al
Habib Jamal bin Thoha Ba’agil.
Beliau pernah berkata : “Jangan jadikan
doa seperti obat, yang diminum ketika sakit saja”
Inti judulnya itu “IKHLAS
& KHOLAS”
= {ketulusan yang menjadi murni}
Sekarang kita coba belajar untuk ndak
lagi minta apa yang kita panjatkan dalam doa kita itu menjadi sesuatu hal yang
harus terkabulkan, itu terserah Allah saja.
dikabulkan ya syukur alhamdulillah, ndak
dikabulkan pun juga ndak pa-pa, karena itu hak mutlaknya Allah.
Kita belajar untuk ndak mudah kecewa, karena
dengan kita mampu dan mau menengadahkan kedua tangan kita untuk berdoa sajapun,
rasanya itu adalah sesuatu hal yang luar biasa.
Banyak orang-orang diluar sana
dihilangkan kenikmatan berdoanya, mereka berdoa hanya selagi terpuruk, kalo’
sempat, ato jika menginginkan sesuatu yang merupakan ambisi dan kepuasan
duniawinya.
Kita berusaha saja menjadikan doa yang
paling utama kita adalah, berdoa agar kita tetap menjadi seseorang yang terus
berdoa kepada Allah, ndak hanya ketika mengalami kondisi terpuruk ato ketika
berambisi terhadap sesuatu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar