Ada
se”orang yang ndak mau ngepost fotonya krn ndak pede,
Ngerasa
dirinya tak secantik para artis.
Ada
yang suka ngepost foto dirinya dengan sangat pede,
Merasa
dirinya cantik dan punya nilai plus.. plus.. dan plus..
Ada
seorang wanita yang mampu menutup seluruh auratnya dengan sempurna,
Hingga
tertanam di dalam hatinya merasa bangga karena tak mudah bagi
Orang
lain tuk mampu melakukan hal yang sama
seperti dirinya.
Aja
juga yang merasa gaya.., keren.., ngetrend ke arab”an.., ndak ada yang
menyamai.., dll..
Yang
intinya di dalam hatinya masih terbesit sifat tasa’umul qolb,
Seperti
halnya ujub.., riya’.., kibir.., dan
sebagainya..
Ingatlah
wahai saudari-saudariku..
!!
Di dalam hadits baginda Nabi Saw
disabdakan :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى
الله عليه وسلم : إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ
وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Sesungguhnya
Allah tidak melihat kepada keelokan wajah-mu,
kebagusan
gaya-mu, ataupun banyaknya harta-mu.
Akan
tetapi Allah memandang hamba-Nya melalui kesucian diri-nya,
kebersihan
hati-nya, serta keikhlasan amal-nya.
Inti daripada kesholihahan seorang
perempuan
Bukan diukur dari seberapa panjang jilbabnya
Atau seberapa rapat nikobnya.
Akan tetapi kesholihahannya terletak
pada kesucian diri
Dan hatinya, serta keikhlasannya dalam
beramal.
Percuma engkau tutup rapat-rapat
wajahmu,
Tapi engkau biarkan hatimu telanjang.
Perbedaan
ajami dan arobi pada kaum hawa di sekitar kita..
Kalau
arobi, makna cadar.., niqob.., ataupun baro’ah selain daripada bagian hukum
syar’iyah
Juga
merupakan sebuah tradisi daerah yang sudah turun temurun.
Jadi
saat melakukan hal tersebut, itu sudah lumrahnya menjadi suatu kewajiban
Yang
merupakan bentukan daripada adat suatu daerah dan lingkungannya, disamping juga
merupakan
Sebagian
dari hukum syar’iyah meskipun tidak disepakati keseluruhan ulama-ulama pendahulu.
Maka
para kaum hawa melakukan hal itu kemungkinan bersih daripada tujuan dan sifat-sifat
Ingin
di puji, riya’, bangga diri, sombong karena merasa paling taat, dan
semacamnya..
Akan
tetapi kita kaum ajami, terkadang melakukan hal itu dengan suatu maksud dan
tujuan
Yang
malah akan mengotori hati kita. Itu besar kemungkinan terjadinya.
Karena
dengan kondisi yang tidak selayaknya berlaku dilingkungan sekitar kita,
Itu
merupakan suatu kendala yang besar terjadinya timbul sifat-sifat tasa’umul qolb
seperti itu.
Saya
tidak menjudge semua kaum hawa pada umumnya yang melakukan hal itu,
Akan
tetapi saya hanya mengingatkan, bahwa tujuan dan dasar niat lah yang paling
terpenting
bagi
sebuah amal perbuatan. Sesuai sabda Baginda Nabi Saw :
Segala
amal akan di dasarkan pada niat dan keikhlasan seseorang dalam melakukannya,
Jangan
sampai hal yang baik dan perbuatan yang baik dapat dilakukannya,
akan
tetapi niatan dan tatanan hatinya salah dalam melaksanakan perbuatan tersebut.
Salah
satu perbuatan yang sangat riskan bagi kaum hawa yang bercadar,
Terlebih
bagi yang mengatas namakan taat kepada ajaran syariat.
Cadar
merupakan ciri khas kaum muslimah yang taat dan arobi khususnya,
Karena
mereka membawa kesunnahan dan aturan syariat yang sangat kuat.
Setiap
perilaku orang yang bercadar akan lebih mengkarakteristikkan agama dan aqidah
islam,
Maka
dari itu setiap perbuatannya akan selalu membawa citra kebaikan identitas
agama.
Terutama
dalam dunia maya atau bersosial media,
Kaum
yang satu ini akan sangat rentan dengan penyandangannya sebagai muslimah sholihah.
Jadi
seharusnya kaum ini tidak bersosial media selain pada hal dakwah tentang agama,
Dan
pada lingkup orang-orang yang memang sudah dikenalnya atau khusus bagi
sesamanya.
Ingat..
!! kalian menyandang karakteristik agama islam yang sangat baik,
Jika
kalian menodai dengan sedikit aja yang dapat mencemarkan agama islam,
Lebih
baik copot cadar kalian, dan jadilah muslimah yang wajar layaknya muslimah
nusantara.
Yang
mungkin orang lain tidak begitu menyorotinya dan mengkaitkan segala sesuatunya
dengan agama.
Dunia itu luas.., minal masyriq wal
maghrib
Variatif dan beraneka
ragam.
Ndak hanya yang ada pada diri kita
dan sekitar kita.
Ndak cuman seperti kita
dan apa yang kita mau.
Orang lain juga banyak yang muslim
Mereka ndak sedikit yang lebih taat dari
kita
Yang lebih tinggi ilmunya daripada ilmu
kita
Yang lebih bersih hatinya darpada hati
kita
Yang lebih ikhlas amalnya daripada amal
kita
Mungkin
wajahnya tak
ditutup dengan cadar
Tapi hatinya sangat tertutup daripada
sifat tasa’umul qolb
Amalnya seikhlas kulit kacang yang
terbuang
Allah tidak menilai seberapa lebar
jilbabmu
Seberapa rapat
niqob atau cadarmu
Seberapa Panjang menjutai lantai abayamu
Pabila dalam hatimu masih ada rasa kamu
paling taat dan sempuna
Paling syar’i dan paling islami
Itu sama halnya aurat kau tutupi
Tapi hatimu kau telanjangi
Sedangkan Allah tidak menilai wajahmu dan
pakaianmu
Tapi Allah menilai hati dan amal
perbuatanmu