Jumat, 30 Desember 2022

 

Alhamdulillah wa bi’aunillahi ta’alaa..,

duduk di Majelis Ta’lim Baitul Abidin sanatain [2 thn],

bisa nulis matan kitab Safinatun Naja yang dilengkapi

dengan Makna Jawa Pegon serta I’robnya.

.

.

Tinggal diajukan ke Guru, untuk ditashih dan mendapatkan

legalitas sanad serta kata pengantar.

.

.

Semoga bermanfaat..

.

.

Ayoo.., adek-adek santri harus semangat belajar ilmu agama,

Kita amalkan kaidah didalam ilmu ta’lim muta’allim yang kita

Pelajari selama ini, yaitu :

 

اَلاَ لاَتَنَالُ الْعِلْمَ اِلاَّ بِسِتَّةٍ ۞ سَأُنْبِيْكَ عَنْ مَجْمُوْعِهَا بِبَيَانٍ

 

ذُكَاءٍ وَحِرْصٍ وَاصْطِبَارٍوَبُلْغَةٍ ۞ وَاِرْشَادُ اُسْتَاذٍ وَطُوْلِ زَمَانٍ

 

“Ingatlah..! kalian tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat kecuali dengan 6[enam] syarat, yaitu :

Cerdas, Semangat, Sabar, Biaya, Petunjuk Guru dan Masa / waktu yang lama.

 

Ass.. ust, afwan ana mau nanya..

Kata temen ana, ummat yang berakidah

selain Asy’ariyah/Ahlussunnah wal Jama’ah,

itu ciri2nya selalu menggaung2kan “sunnah & hijrah”,

terlebih yang terjadi pada kaum akhwat sekarang.

Padahal kan hukum sunnah itu sudah ada dari jaman dulu,

kenapa jaman sekarang mereka itu seolah2 yg paling sunnah

karna hanya merubah penampilannya dengan bercadar,

sedangkan kita kaum akhwat ahlussunnah wal jama’ah di negeri

kita ini sejak jaman dulu biasa2 aja, baik dari segi penampilan

dan kalamnya.

Mereka santun, berilmu, keluarga pesantren, tapi tidak sok2an

paling syar’i, paling sunnah, mampu berhijrah, dll..

 

Pesan bagi para perempuan :

“Semangatlah untuk menjadi Wanita Cerdas & Berwawasan Luas”.

 

فحضن الأم مدرسة تسامت   #   بتربية البنين أو البنات

فكيف نظن بالأبناء خيرا   #   إذا نشأوا بحضن الجاهلات

 

“Ibu adalah madrasah terbaik dalam mendidik dan membesarkan

anak laki-laki dan perempuannya.”

“Bagaimana kita mau mengharap anak2 kita akan terdidik dengan baik,

jika dia diasuh oleh ibu yang tidak berpendidikan.”

 

Untuk Kaum Perempuan :

“Jadilah Terdidik sebelum Kalian Mendidik !!!”

 

~ Carilah IBU yang pantas bagi anak-anakmu ~

 

قال الشاعر

فكيف نظنُّ بالأبناء خيراً # إذا نشأوا بحضن الجاهلات

Bagaimana ingin diharapkan anak-anak itu terdidik dengan baik, jika mereka tumbuh besar dalam asuhan ibu yang tidak berpendidikan

 

وهل يُرجَى لأطفالِ كمال # اذا ارتضعوا ثديّ الناقصات

Bagaimana ingin diharapkan kesempurnaan akhlak dari mereka, jika mereka disusui oleh ibu yang kurang (dalam) beragama

.. .. .. ..

فكيف نظنُّ بالأبناء خيراً # إذا نشأوا بحضن الجاهلات

وهل يُرجَى لأطفالِ كمال # اذا ارتضعوا ثديّ الناقصات

 

Bagaimana ingin diharapkan anak-anak itu terdidik dengan baik,

jika mereka tumbuh besar dalam asuhan ibu yang tidak berpendidikan.

 

Bagaimana ingin diharapkan kesempurnaan akhlak dari mereka,

jika mereka disusui oleh ibu yang kurang (dalam) beragama.

 

Di era seperti sekarang ini mungkin tidak banyak

orang tua yang lebih tertarik mendidik anaknya

dengan pendidikan ilmu aqidah agama islam,

terlebih para kaum remaja.

 

Beruntunglah kalian para santri yang masih tetap

bertahan dan tekun belajar ilmu agama.

 

Janganlah patah semangat.. !!!

Kalian adalah bagian dari orang-orang yang

dikehendaki menjadi orang baik oleh Allah Ta’ala.

 

Maka suatu saat nanti kalian pasti akan menuai upah

dari Allah atas jerih payah kalian dalam berjuang

dijalan Allah melalui rajin dalam belajar ilmu agama.

 

Yakinlah bahwa.., kelak kalian dan keturunan kalian

akan menjadi orang-orang yang beruntung dikehidupannya,

baik didunia maupun diakhirat. Amiin..

 

Janganlah kalian menjadikan dunia sebagai tuhan,

kalo kalian tidak ingin dijadikan hambanya.

.. .. .. ..

لكلّ أمة عجل وعجل أمتي الدراهيم والدنانير [الديلمي]

 

“Setiap umat memiliki berhala, dan berhala umatku adalah uang.” –[HR. ad Dailami]

Sabtu, 27 November 2021

 

[ MELURUSKAN PEMAHAMAN TENTANG MENCARI ILMU / MENGAJI ]

 

“Menuntut ilmu itu adalah suatu amal ibadah yang paling mulya, tetapi juga paling sulit.

Karena itulah.., yang namanya “MUSYAWARAH” disini lebih penting dan diharuskan pelaksanaannya.


وينبغى لطالب العلم أن لا يختار نوع العلم بنفسه، بل يفوض أمره إلى الأستاذ، فإن الأستاذ قد حصل له التجارب فى ذلك، فكان أعرف بما ينبغى لكل واحد وما يليق بطبيعته.

وكان الشيخ الإمام الأجل الأستاذ برهان الحق والدين رحمه الله تعالى يقول:

كان طلبة العلم فى الزمان الأول يفوضون أمرهم فى التعلم إلى اساتذهم، وكانوا يصلون إلى مقصودهم ومرادهم، والآن يختارون بأنفسهم، فلا يحصل مقصودهم من العلم والفقه.


“Jangan Memilih Ilmu Sendiri.

Hendaklah sang murid jangan menentukan pilihan sendiri terhadap ilmu yang akan dipelajari. Hal itu dipersilahkan sang guru untuk menentukannya, karena dialah yang telah berkali-kali melakukan percobaan serta dia pula yang mengetahui ilmu yang sebaiknya diajarkan kepada seseorang dan sesuai dengan tabiatnya.

Syaikhul Imam Agung Ustadz Burhanul Haq Waddin ra. Berkata: “Para siswa dimasa dahulu dengan suka rela menyerahkan sepenuhnya urusan-urusan belajar kepada gurunya, ternyata mereka peroleh sukses apa yang di idamkan. Tetapi sekarang pada menentukan pilihan sendiri, akhirnyapun gagal cita-citanya dan tidak bisa mendapatkan ilmu dan faqih.”

 

وقيل: من طلب شيئا وجد وجد، ومن قرع الباب ولج ولج. وقيل: بقدرما تتعنى تنال ما تتمنى.

 

Seperti yang dikatakan para ahli hikmah :

“siapa sungguh-sungguh dalam mencari sesuatu pastilah ketemu”

“Barang siapa mengetuk pintu bertubi-tubi, pasti dapat memasuki”

Dikatakan lagi :

“Sejauhmana usahamu, sekian pula tercapai cita-citamu”


فينبغى أن يتعب نفسه على التحصيل والجد والمواظبة بالتأمل فى فضائل العلم، فإن العلم يبقى [ببقاء المعلومات] والمال يفنى، كما قال أمير المؤمنين على بن أبى طالب كرم الله وجهه:

رضـينا قسمة الجـبار فينا لـنا علم وللأعـداء مال

فإن المال يفنى عن قريب وإن العلم يبقى لا يزال

والعلم النافع يحصل به حسن الذكر ويبقى ذلك بعد وفاته فغنه حياة أبدية.

“Usaha sekuat Tenaga.

Hendaklah para pelajar bersungguh-sungguh sampai terasa letih guna mencapai kesuksesan, dan tak kenal berhenti, dan dengan cara menghayati keutamaan ilmu.

Ilmu itu kekal, sedang harta adalah fana, seperti apa yang dikemukakan oleh “Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Kw :

“Kami rela, bagian Allah untuk kami

Ilmu untuk kami, harta buat musuh kami

Dalam waktu singkat, harta jadi musnah

Namun ilmu, abadi tak akan pernah sirna.”

Ilmu yang bermanfaat akan menjunjung tinggi nama seseorang, tetap harum namanya walaupun ia sudah mati. Dan karena itu, ahli ilmu dikatakan selalu hidup abadi.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ مِنْهُ ءَايَٰتٌ مُّحْكَمَٰتٌ هُنَّ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ وَأُخَرُ مُتَشَٰبِهَٰتٌ ۖ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِمْ زَيْغٌ فَيَتَّبِعُونَ مَا تَشَٰبَهَ مِنْهُ ٱبْتِغَآءَ ٱلْفِتْنَةِ وَٱبْتِغَآءَ تَأْوِيلِهِۦ ۗ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيلَهُۥٓ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ وَٱلرَّٰسِخُونَ فِى ٱلْعِلْمِ يَقُولُونَ ءَامَنَّا بِهِۦ كُلٌّ مِّنْ عِندِ رَبِّنَا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّآ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ

Dialah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara (isi)nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur'an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta'wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta'wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: "Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami". Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.




 

MUMPUNG MASIH DI DUNIA, CARILAH BEKAL SEBANYAK BANYAKNYA UNTUK AKHIRAT KITA

وقال الغزالى رحمه الله تعالى : ابن ادم بدنه معه كالشبكة يكتسب بها الاعمال الصالحة. فاذا اكتسب خيرا ثم مات كفاه ولم يحتج بعد ذلك الى الشبكة وهو البدن الذى فارقه بالموت ولا شك ان الانسان اذا مات انقطعت شهوته من الدنيا واشتهت نفسه العمل الصالح لانه زاد القبر فان كان معه استغنى به وان لم يكن معه طلب الرجوع منها الى دار الدنيا ليأخذ منها الزاد وذلك بعد ما اخذت منه الشبكة فيقال له هيهات قد فات فيبقى متحيرا دائما نادما على تفريطه فى أخذ الزاد قبل انتزاع ااشبكة فلهذا قال رسول الله صلى الله عليه واله  وسلم  : وخذ من حياتك لموتك فلا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم (شرح الاربعين النووية ١٠٧)

 

Imam al Gozali berkata:

Manusia itu badannya laksana jaring (jala) yang bisa dia gunakan untuk mendapatkan amal amal sholih.

Jika manusia bisa mendapatkan amal baik (ibadah) disaat hidupnya, maka setelah meninggal dunia, ia akan merasa cukup (merasa nyaman) dengan amal tersebut, dan setelah datang kematiannya, ia tidak butuh lagi kepada jaring tsb, yakni badan yang telah berpisah dengannya.

Tidak diragukan lagi bahwa manusai itu setelah datang kematian nya, tidak lagi membutuhkan syawat gemerlapnya dunia, namun dirinya sangat membutuhkan terhadap amal sholih (ibadah) yang dilakukan saat didunia, sebab amal solih itu merupakan bekal di alam kuburnya, jika ia telah membawa bekal tersebut, maka ia akan merasa cukup (bahagia).

Namun jika dia tidak membawa bekal di alam kuburnya, maka ia akan merasakan susah yang tiada tara dan ia akan merengek rengek  meminta kepada Allah SWT agar dikembalikan ke dunia, untuk mencari bekal amal sholih yang dulu ditinggalkannya, Maka di katakan kepadanya Tidak mungkin, karena sudah terlambat maka akhirnya ia mengalami penyesalan yang tiada tara selamanya, disebabkan kesembronoannya meninggalkan ibadah saat masih hidup di dunia.

Berkaitan dengan hat tersebut,  Nabi SAW bersabda :

Carilah bekal disaat hidupmu untuk kebutuhanmu disaat kematianmu, tiada daya dan upaya melainkan atas pertolongan Allah SWT

 

Mugi mugi kito, keluarga lan tiyang tiyang seng kito tresnani tansah angsal hidayah lan taufiq ipun Allah SWT...Aamiin..🤲🤲🤲

 

 KEMULYAAN ILMU, ORANG YANG BERILMU, DAN PENCARI ILMU.

Ulama Tabi'in Imam Hasan Al-Bashri mengatakan orang alim memiliki keutamaan yang agung di sisi Allah. Suara goresan penanya adalah tasbih, kitab karyanya adalah ilmu, memandang wajahnya adalah ibadah, tinta penanya setara dengan darahnya orang mati syahid. Nanti di Akhirat bakal dikumpulkan bersama para Anbiya'.

Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Imam Abu Laits As-Samarqondi (Ulama ahli fiqih kelahiran Khurasan, wafat 373 H) menerangkan ada 7 keutamaan duduk bersama orang Alim. Siapa orang yang duduk bersama orang Alim dan dia tidak mampu untuk menghafal ilmu yang disampaikan orang Alim maka dia tetap mendapatkan 7 kemuliaan:

 ﺃَﻭَّﻟُﻬَﺎ : ﻳَﻨَﺎﻝُ ﻓَﻀْﻞَ ﺍلمتعلِّمِين

Mendapatkan keutamaan orang-orang yang belajar.

ﻭَﺍﻟﺜَّﺎﻧِﻲ : ﻣَﺎ ﺩَﺍﻡَ ﺟَﺎﻟِﺴًﺎ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻛَﺎﻥَ ﻣَﺤْﺒُﻮﺳًﺎ ﻋَﻦِ ﺍﻟﺬُّﻧُﻮﺏِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻄَﺄ

Selama masih duduk bersama orang alim maka dia tercegah dari melakukan dosa dan kesalahan.

 ﻭَﺍﻟﺜَّﺎﻟِﺚُ : ﺇِﺫَﺍ ﺧَﺮَﺝَ ﻣِﻦْ ﻣَﻨْﺰِﻟِﻪِ ﺗَﻨْﺰِﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔُ

Ketika keluar dari rumahnya maka rahmat Allah turun kepadanya.

 ﻭَﺍﻟﺮَّﺍﺑِﻊُ : ﺇِﺫَﺍ ﺟَﻠَﺲَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ، ﻓَﺘَﻨْﺰِﻝُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﺔُ، ﻓَﺘُﺼِﻴﺒُﻪُ ﺑِﺒَﺮَﻛَﺘِﻬِﻢْ

Ketika dia duduk disamping orang alim kemudian rahmat turun kepada mereka maka dia pun mendapatkan rahmat sebab berkah mereka.

 ﻭَﺍﻟْﺨَﺎﻣِﺲُ : ﻣَﺎ ﺩَﺍﻡَ ﻣُﺴْﺘَﻤِﻌًﺎ ﺗُﻜْﺘَﺐُ ﻟَﻪُ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔُ

Selama masih mendengarkan maka ditulis kebaikan baginya.

 ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﺩِﺱُ : ﺗَﺤُﻒُّ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﺑِﺄَﺟْﻨِﺤَﺘِﻬَﺎ ﺭِﺿًﺎ ﻭَﻫُﻮَ ﻓِﻴﻬِﻢْ

Mereka dikelilingi Malaikat dengan sayap-sayapnya dan orang tersebut juga bersama mereka.

 ﻭَﺍﻟﺴَّﺎﺑِﻊُ : ﻛُﻞُّ ﻗَﺪَﻡٍ ﻳَﺮْﻓَﻌُﻪُ، ﻭَﻳَﻀَﻌُﻪُ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻛَﻔَّﺎﺭَﺓً ﻟِﻠﺬُّﻧُﻮﺏِ، ﻭَﺭَﻓْﻌًﺎ ﻟِﻠﺪَّﺭَﺟَﺎﺕِ ﻟَﻪُ، ﻭَﺯِﻳَﺎﺩَﺓً ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺎﺕِ

Setiap langkah kakinya yang diangkat dan diletakkan maka menjadi penghapus bagi dosa-dosa, pengangkat derajat dan tambahan kebaikan baginya.

Kemudian Allah menambahkan lagi dengan6 kemuliaan lainnya, yaitu:

1. Allah memuliakannya dengan cintanya melihat Majelisnya ulama.

2. Setiap orang yang mengikuti mereka (ulama) maka baginya pahala sebagaimana pahala mereka tanpa dikurangi sedikitpun dari pahala mereka.

3. Jika salah seorang di antara mereka diampuni maka bisa memberikan syafa'at kepadanya.

4. Hatinya menjadi dingin dari perbuatannya orang-orang fasik [sedikitpun tidak ada keinginan untuk mengikutinya].

5. Masuk ke dalam jalannya para pelajar [pencari ilmu agama] dan orang-orang shaleh.

6. Menegakkan perintah Allah ta'ala.

Adapun bagi orang yang mampu menghafal ilmu yang disampaikan orang Alim maka baginya kemuliaan berlipat ganda. Semoga kita termasuk orang-orang yang senang duduk bersama orang Alim.

Wallahu A'lam

  ~ Jangan lempar batu sembunyi tangan ~ "Jangan mencari pembenaran dengan cara membuka aib orang lain hanya demi menutupi aib diri sen...