Pada akhirnya jiwa yang futur itu akan merindukan jiwanya yang dulu. Rindu saat-saat dimana ibadah itu masih terasa nikmat.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat yang Maha Membolak- balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”
.
.
Nabi Musa tidak pernah tahu bahwa laut di depannya akan terbelah. Yg ia ketahui, Allah pasti akan menolongnya.
Kita tidak perlu tahu bagaimana Allah akan menolong kita, yang perlu kita yakini, Allah pasti akan menolong hamba-hamba-Nya yang bertaqwa.
Ustadz Abdurrahman Zahier
@cak_luthfee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar